Biodiversity-Harimau Sumatera

PENDAHULUAN
Keanekaragaman hayati atau yan disebut juga biodiversitas adalah suatu istilah bahasan yang mencakup samua bentuk kehidupan, biodiversitas dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, cakupannya diantaranya : gen, spesies, ekosistem, dan proses-proses ekologi. Biodiversitas seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis. Biodiversitas di dunia ini, memang tidak merata dikarenakan iklim yang berbeda-beda di berbagai belahan bumi, banyak hewan ataupun tumbuhan yang tidak kuat terhadap iklim yang terlalu panas ataupun dingin, sehingga tiap iklim dan tiap belahan dunia biasanya mempunyai keanekaragaman hayati yang khas, dan berbeda dari belahan bumi yang lain, di wilayah tropis memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya, dan semakin jauh dari garis ekuator keanekaragaman hayati juga makin sedikit.
Ada 3 jenis dari keanekaragaman hayati itu sendiri :
1.      Keanekaragaman genetik (genetic diversity); Jumlah total informasi genetik yang terkandung di dalam individu tumbuhan, hewan dan mikroorganisme yang mendiami bumi.
2.      Keanekaragaman spesies (species diversity); Keaneraragaman organisme hidup di bumi (diperkirakan berjumlah 5 - 50 juta), hanya 1,4 juta yang baru dipelajari.
3.       Keanekaragaman ekosistem (ecosystem diversity); Keanekaragaman habitat, komunitas biotik dan proses ekologi di biosfer atau dunia laut.

DASAR TEORI

Persebaran organisme dimuka bumi dipelajari dalam cabang biologi yang disebut biogeografi . studi tentang penyebaran spesies menunjukkan bahwa spesies - spesies berasal dari satu tempat, namun selanjutnya menyebar keberbagai daerah . organisme tersebut kemudian mengalami diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies baru yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya.
       Penghalang geografi atau barrier seperti gunung yang tinggi, sungai dan lautan dapat membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies  (isolasi geografi). adanya isolasi geografi juga menyebabkan perbedaan susunan flora dan fauna diberbagai tempat.
       Berdasarkan adanya persamaan fauna  didaerah - daera h tertentu , maka dapat dibedakan menjadi 6 daerah biogeografi dunia sebagai berikut:
1. Nearktik : Amerika utara
2. Palearktik : Asia sebelah utara Himalaya, Eropa dan Afrika , gurun sahara sebelah utara.
3. Neotropikal : Amerika Selatan bagian tengah.
4. Oriental: Asia, Himalaya bagian selatan.
5. Ethiopia : Afrika
6. Australian : Australia dan pulau - pulau sekitarnya.

 

 Persebaran Hewan Di Wilayah Indonesia Barat

Bagian barat yang merupakan paparan sunda memiliki fauna asia, contohnya berbagai jenis kera, gajah, macan, kerbau liar, babi hutan, dan rusa.
a) Sumatra memiliki hewan - hewan yang khas, seperti: gajah, tapir, badak bercula dua, harimau, siamang, dan orang utan.
b) Jawa memiliki badak bercula satu, harimau dan banteng.
c) Kalimantan memiliki badak bercula dua, macan tutul, orang utan, kera berhidung panjang, dan beruang madu.

ISI
CIRI-CIRI
Kali ini, saya akan membahas tentang Harimau Sumatera dan Harimau Jawa yang hampir punah. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah spesies harimau yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera di Indonesia. Merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di Taman-taman nasional di Sumatra. Pembalakan tetap berlangsung walaupun di dalam Taman Nasional yang seharusnya dilindungi. Data terakhir, tercatat 66 ekor Harimau terbunuh dalam jangka waktu 2 tahun (1998-2000).
Berikut adalah Klasifikasi ilmiahnya :
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Upaspesies:
P. t. sumatrae
Panthera tigris sumatrae
Pocock
, 1929


Harimau Sumatera adalah subspecies harimau terkecil, harimau ini mempunyai kulit yang lebih gelap dari jenis lain mulai dari warna kuning kemerahan sampai oranye, mempunyai pola hitam yang lebih rapat dan lebar. Harimau Sumatra jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala ke buntut atau sekitar 250cm panjang dari kepala hingga kaki dengan berat 300 pound atau sekitar 140kg, sedangkan tinggi dari jantan dewasa dapat mencapai 60cm. Sedangkan harimau betina rata-rata memiliki panjang 78 inci atau sekitar 198cm dan berat 200 pound atau sekitar 91kg. Harimau ini mempunya selaput di sela-sela jarinya sehingga memudahkannya dalam berenang cepat, hal ini membuat harimau jenis ini sering berburu di air, dengan menyudutkan mangsanya yang lambat berenang, ketika melahirkan bulunya berubah warna menjadi hijau gelap.

HABITAT
Harimau Sumatera hanya ditemukan di Pulau Sumatera, mampu hidup di hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. JUmlah harimau yang ada di cagar alam dan Taman Nasional hanya sekitar 400 ekor saja, sisanya tersebar di daerah lain, dan hanya 250 ekor saja yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia, habitat Harimau Sumatera terancam karena hutan yang makin banyak dibuat untuk lahan pertanian dan perkebunan komersial, akibatnya harimau lebih sering terlihat ke pemukiman manusia, dan seringkali dibunuh karena tersesat memasuki daerah pedesaan.
MAKANAN
Makanan dari harimau ini tergantung dari habitat yang ditinggalinya dan seberapa banyak mangsa yang bisa diburunya. Mereka memakan apapun yang dapat ditangkap, umumnya celeng dan rusa, dan terkadang unggas atau ikan. Mereka memiliki indera pendengaran dan penglihatan yang sangat tajam, yang membuatnya menjadi pemburu yang sangat efisien. Harimau Sumatra merupakan hewan soliter, dan mereka berburu di malam hari, mengintai mangsanya dengan sabar sebelum menyerang dari belakang atau samping. diperkirakan bahwa 4-5 ekor Harimau Sumatra dewasa memerlukan kawasan jelajah seluas 100 kilometer di kawasan dataran rendah dengan jumlah hewan buruan yang optimal (tidak diburu oleh manusia).

REPRODUKSI

Harimau Sumatera dapat berkembang biak kapan saja, masa kehamilannya 103 hari, rata-rata harimau betina melahirkan 2-3 ekor anak harimau dan paling banyak 6 ekor. Selama 8 minggu pertama anak harimau hanya menyusu dari induknya setelah itu baru mencoba makanan padat tetapi tetap menyusu sampai 5-6 bulan, paling cepat seekor anak harimau meninggalkan sarang usia 2 minggu, dan mulai belajar berburu pada usia 6 bulan.

Sayangnya hewan ini hampir punah, karena diburu untuk perdagangan komersial, yang dijual adalah kulit, kumis, cakar atau opsetan utuh. Harga bagian tubuh Harimau yang dijual itu bervariasi. Untuk yang utuh dijual seharga Rp 5 juta per lembar sampai dengan 25 juta / lembar. Sedangkan Taring Harimau ditawarkan seharga Rp 400.000 hingga Rp 1,1 juta. Sangat disayangkan walaupun sudah dilindungi undang-undang tentang konservasi alam, perburuan harimau terus berjalan.


SUMBER : 
Wikipedia Indonesia - Harimau Sumatera ( http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera)
Wikipedia Indonesia - Keanekaragaman hayati (http://id.wikipedia.org/wiki/Keanekaragaman_Hayati)


No Response to "Biodiversity-Harimau Sumatera"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes
This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates